
Zaini (17 Maret 1926 – 25 September 1977) adalah maestro pelukis modern Indonesia asal Pariaman, Sumatra Barat, yang terkenal dengan gaya lukisan semi-abstrak, puitis, dan liris.
Karya-karyanya memiliki ciri khas unik berupa sapuan kuas lembut yang sering terlihat seperti dilapisi "kabut" misterius.
Selain sebagai seniman produktif, ia merupakan tokoh kunci yang ikut merintis ekosistem kesenian di Taman Ismail Marzuki (TIM) dan mendirikan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada tahun 1968.
Profil Singkat & Perjalanan Artistik
Guru Seni Maestro: Zaini menempa bakatnya dengan belajar langsung dari para tokoh besar seni rupa Indonesia, seperti Wakidi, S. Sudjojono, Basoeki Abdullah, hingga Affandi.
Karakteristik Karya: Ia gemar menangkap esensi alam tanpa terikat teori yang kaku. Objek lukisannya meliputi pemandangan alam, perahu/laut, fauna (seperti kambing dan kuda), serta alam benda dengan nuansa warna yang sendu dan samar.
Keaktifan Organisasi: Selama tiga dekade, ia aktif membangun institusi seni. Zaini mendirikan Yayasan Seni dan Desain Indonesia (1958) bersama Trisno Soemardjo dan Oesman Effendi, serta aktif mengajar di Balai Budaya Jakarta.
Warisan Seni (Seabad Zaini)
Atas dedikasi seumur hidupnya, Zaini dianugerahi Hadiah Akademi Jakarta pada tahun 1977.
Untuk memperingati 100 tahun kelahirannya, Komite Seni Rupa DKJ menggelar pameran retrospektif besar bertajuk “Menyibak Kabut” di Galeri Cipta TIM. Pameran ini mengumpulkan kembali puluhan karya bersejarahnya dari era 1940-an hingga akhir hayatnya.