Masjid Agung Demak, Pesona Rumah Allah Yang Selalu Agung

3
182
Tampak masjid Agung Demak via radiosuaramasjiddemak.blogspot.com/

Demak: Sobat Kemanakita ID, tidak lengkap rasanya jika ke Demak, tanpa singgah di masjid tertua di pulau Jawa “MASJID AGUNG DEMAK”. Masjid Agung ini terletak di alun-alun kota Demak. Setiap hari, masjid ini selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat sekitar Demak maupun peziarah dari seluruh plosok negeri. Baik sekedar untuk shalat, ataupun berziarah ke makam Raden Patah. Menurut buku BABAD DEMAK, Masjid Agung Demak berdiri tahun 1399 Saka atau tahun 1477 M. Masjid ini didirikan pada masa pemerintahan Raden Patah dan telah mengalami renovasi pada tahun 1987 yang diresmikan oleh Presiden Soeharto. Namun renovasi tersebut tidak mengurangi kesakralan dari tangan-tangan Waliyullah pendahulu.

Arsitek Masjid adalah Wali Sanga, sekaligus mengatur pembagian tugas yang melibatkan semua pihak dalam pembangunannya. Para Wali telah membangun empat saka guru (tiang atau kolom utama). Wali-wali setelah Wali Sanga saka pangendhit. Ulama dan elit spiritual lainnya saka rawa. Sedangkan para adipati menyediakan balok primer, keluarga kerajaan dan bangsawan lainnya balok sekunder dan rangka atap. Elit militer menyediakan penopang rangka atap dan pagar.

Konon, ketika Masjid didirikan, masyarakat Islam (khususnya di pulau Jawa) sedang dilanda perbedaan pendapat antara golongan Islam Abangan dengan golongan islam Putihan. Ketika memasang usuk dan blandar masjid pun terjadi perbedaan. Dalam kondisi seperti itu, Sunan Kalijaga mendapat ilham, lalu disusunlah serpihan kayu untuk dijadikan tiang Masjid.

Maket masjid Agung Demak yang berada di museum Masjid Agung Demak via derapjateng.com

Di samping masjid, ada Museum Masjid Agung Demak juga lhoo guys. Koleksi museum terdiri dari beduk dan kentongan Wali abad ke-15, sepotong kayu dari saka tatal Sunan Kalijaga, kitab tafsir Al Qur’an Juz 15-30 tulisan tangan Sunan Bonang, Pintu Bledeg karya Ki Ageng Sela, gentong masa Dinasti Ming, maket masjid, foto-foto, dan lain-lain. Saat penulis ke museum ini, ada seorang Guide (bapak-bapak) yang menjelaskan satu persatu koleksi pada museum ini. Koleksi-koleksi di Museum ini, dilengkapi dengan etalasi kaca, termasuk Saka guru (tiang utama). Karena konon, dulu sebelum dilengkapi etalase kaca, orang-orang yang mempercayai hal mistik, memotong sebagian kayu Saka guru di museum ini untuk dijadikan jimat.

Ruang penyimpanan sakaguru di depan museum terdapat potongan-potongan sakaguru atau konstruksi utama yang sudah rusak. Empat konstruksi yang dikenal adalah Sakaguru Sunan Ampel (Surabaya), Sunan Bonang (Tuban), Sunan Gunung Jati (Cirebon), Sunan Kalijaga (Demak). Sakaguru Sunan Kalijaga memiliki nama khusus yaitu sakatatal. Tatal adalah serpih-serpih kayu yang diketam.

Di belakang museum terdapat makam Raden Patah (Sultan Demak I, 1478-1518), Raden Patiunus (Sultan Demak II, 1518-1521), Raden Trenggana (Sultan Demak III, 1521-1546), dan anggota keluarga kerajaan lainnya. Patiunus atau Pangeran Sabrang Lor adalah pemimpin armada gabungan Kesultanan Banten, Cirebon, dan Demak menyerang Portugis di Malaka pada tahun 1521.

Menarik bukan?

Jadi, kapan kamu ke Masjid Agung Demak?

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here