Nasi Pager, Kuliner Khas Yang Ngangeni

0
117
Nasi pagar yang disajikan dengan pincuk daun pisang (google)

Grobogan: Setiap daerah tentunya mempunyai kuliner khasnya masing-masing. Kali ini, aku akan membahas Nasi Pagar (orang Jawa Menyebutnya : Sego Pager) yang akan membuat kalian menelan ludah dan cepat-cepat ingin segera mengincipinya.hmmm,hehe

“Sego Pager”, Yupss…begitulah sebutan si Primadona ini. Makanan khas Godong, kabupaten Grobogan  ini sangat digandrungi oleh masyarakat sekitarnya dan juga masyarakat luar Daerah.

Nasi Pager ini bisa dijumpai di Jalan Pemuda (pertigaan Godong ke selatan arah Juwangi, Boyolali). Eiitss, jangan takut kehabisan yah, karena hampir di setiap sudut gang kecamatan Godong pasti ada yang menjual Nasi Pager.

Hari Minggu kala itu, pagi-pagi sekali (kurang lebih pukul 06.00 WIB) aku pergi ke Godong untuk mencoba nasi khas Godong itu dengan ditemani adik naik sepeda motor. Di sepanjang jalan raya dan gang-gang di kecamatan Godong banyak sekali yang berjualan Nasi Pager ini.

Maklumlah, nasi pagar ini adalah nasi khas kecamatan Godong dan sudah ada sejak berpuluh- puluh tahun yang lalu. Jadi, banyak sekali masyarakat Godong yang berwirausaha berjualan Nasi Pager ini. Lalu, Berhentilah kami di salah satu penjual yang cukup ramai pembelinya. Karena banyaknya pelanggan, aku dan adik mengambil minum dahulu (teh manis anget) yang sudah disiapkan diatas meja, lengkap dengan tutup gelas).

Sembari menunggu pesanan diantar, dengan ditemani teh manis anget, aku berbincang dengan ibu paruh baya di samping yang juga sedang menunggu pesanan Nasi Pagar. Saking pundi bu? (Dari mana bu)? “Dari Kudus”, jawabnya.

“Waah Nasi Pager ini memang melegenda dan terkenal yah, sampai orang Kudus saja sampai sini untuk mencicipi nasi Pager ini”, fikirku.

Setelah beberapa lama menunggu, tiba saatnya nasi pagar disuguhkan. Saat suapan pertama, hmmm… Mantapp betul. Ga rugi deeh pokoknya yang jauh datang ke Godong untuk mencicipi Nasi Pager ini.hehe

Penikmat Nasi Pager sedang menikmati langsung di depan penjual (google)

Tidak hanya makan ditempat, aku pun membungkus nasi Pager ini dan dibawa pulang untuk bapak dan ibu di rumah.

Kalian pasti penasaran kenapa disebut Nasi Pager? Karena, bahan-bahan untuk membuatnya berasal dari alam dan sering tumbuh di pekarangan rumah (orang Jawa menyebutnya : Pager). Nasi pager ini bahan utamanya Nasi putih biasa dengan urap sayur-mayur diatasnya. Yang membuat spesial dan berbeda dari yang lainnya adalah pada urap sayuran tersebut dicampur dengan lamtoro (orang Jawa menyebutnya : mlanding ), serondeng, dan diguyur dengan sambel pecel, Jika menginginkan kuah, bisa request penjual untuk menambahkan lodeh diatasnya.

Sebagai pelengkap, di setiap warung Nasi Pecel disediakan gorengan seperti Bakwan, Mendoan, tahu Susur (tahu isi). Untuk minuman disediakan teh hangat, es teh, maupun kopi. Hmmm, Lezat bukan?

Bukan hanya rasanya saja yang lezat, harga si Nasi Primadona ini juga pas di kantong loh, sepincuk nasi pager hanya dihargai Rp 2.500 – Rp.3 000. Murah bukan?

Ayoo, kapan lagi menikmati kuliner khas Godong ini. Sudah lezat, harga terjangkau, Top Markotop poko’e.hehe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here