Es Wedang Ronde Demak, Rasanya Khas Bikin Ketagihan

0
39
Es wedang ronde via instagram.com/jogjakakilima

Demak: Berbicara kota Demak atau yang sering disebut Kota Wali ini pasti banyak kebudayaan dan juga kulinernya. Salah satu kuliner yang akan mimin bocorkan kali ini yaitu Es Wedang Rondenya. Pasti teman-teman penasaran apa sih yang menarik dari es wedang ronde khas Demak ini? Tenang saja, mimin akan kasih bocoran agar teman-teman jika berkunjung di kota Demak langsung Gercep ke lokasi.

Es Wedang Ronde yang berlokasi di depan Stadion Pancasila ini buka setiap hari Senin sampe Jumat dari jam 12.00 siang sampe malem lho. Untuk hari Sabtu dan Minggu kata Bu Rina nama samaran, beliau berjualan di pertigaan patung yang kurang lebih seratus meter dari Stadion Pancasila. Menurut pengakuan beliau, wanita yang berusia setengah abad ini sudah berjualan sejak tahun 2000. Beliau bergantian dengan suaminya untuk berjualan minuman khas dari warga Demak ini.

Sebenarnya es wedang ronde sudah terkenal di mana saja. Tetapi untuk kenikmatan, bisa dipastikan cuma es wedang ronde ini yang berbeda. Selain rasanya yang pas, bahan-bahan yang digunakan juga serba alami. Seperti, gula merah, gula pasir, kacang tanah yang disangrai, kolang kaling diberi pewarna makanan warna merah, agar-agar swallow yang khasnya warna hijau, beras ketan sebagai rondenya dan jahe.

Cara pembuatannya juga serba alami dan menggunakan teknik manual. Minuman ini tidak ada bahan pengawetnya jadi lebih enak dinikmati secepatnya, apalagi musim hujan sembari menyerutup wedang ronde makin terasa hangatnya.

Oiya, untuk harga teman-teman jangan kuatir. Yakin deh harganya enggak langsung bikin teman-teman jual rumah. Kata bu Rina, 5 tahun pertama beliau memasang harga Rp 500,00. Memasuki tahun ke-6 atau lebih tepatnya tahun 2006, harga jual es wedang ronde naik menjadi Rp 1.000,00. Nah, di tahun 2006 mimin pertama kali membelinya langsung ketagihan.

Takaran bahan-bahan di es wedang rondenya memang pas, tidak terlalu manis. Tidak terlalu banyak jahe juga. Apalagi makin mantab karena tidak ada pemanis yang bikin batuk. Tahun 2009, harganya sudah naik menjadi Rp 1.500,00. Dan terakhir membeli kemarin harga sudah naik menjadi Rp 5.000,00. Ya, bisa disimpulkan harganya naik tiap tahun berkisar Rp 500,00 sampai Rp1.000,00. Murah pakai bangetkan?

Saat mimin berbincang-bincang dengan beliau, ada kesedihan ketika beliau menceritakan kenapa lokasinya pindah setelah 17 tahun di Pertigaan Patung dekat lampu merah dan di sebelah Taman kota Demak. Kata beliau, “Di tempat yang lama diusir sama Satpol PP, Mbak! Padahal rame di sana. Sekarang sering tidak habisnya, soalnya banyak pelanggan yang tidak tahu tempatnya”.

Wajah ibu yang memiliki 3 anak itu terlihat memerah saat menceritakan alasan-alasan yang menurut mimin kurang fair.

Saat teman-teman berkunjung di Demak, tentu akan menemukan banyak penjual es wedang ronde tapi memang di depan stadion Pnacasila yang berbeda. Aman di kantong dan tengorokan juga. Jika musim dingin, teman-teman bisa request tidak menggunakan es.

Selamat mencicipi minuman khas warga Demak ini.(Tata)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here