Berkunjung ke Vihara Avalokitesvara, Vihara Tertua di Banten

0
34 views
Berkunjung ke Vihara Avalokitesvara, Vihara Tertua di Banten

Pernahkah Anda berkunjung ke cagar budaya seperti vihara tua atau masjid tua? kalau belum, saya akan mengajak Anda berkunjung ke Vihara Avalokitesvara. Vihara yang tertua di Banten ini terletak kurang lebih 15 kilometer arah utara Kota Serang, dan berdiri sejak abad ke 16 tepatnya pada tahun 1652.

Kedatangan saya ke vihara langsung disambut oleh Asaji, salah seorang pengurus vihara ini. Tidak berlama-lama, saya langsung diajak mengelilingi vihara yang memiliki luas kurang lebih dua setengah hektar iniIMG_20171216_072536Dalam perjalanan mengelilingi vihara, Asaji bercerita tentang sejarah berdirinya vihara yang menjadi saksi bisu ganasnya tsunami yang disebabkan meletusnya gunung Krakatau pada tahun 1883.

Selanjutnya, Asaji menceritakan sejarah awal mula berdirinya vihara lewat relief yang ada di dinding. Menurutnya awal mula pendirian vihara ini, diawali dengan kedatangan Putri Ong Tien. Saat itu panglima Tiongkok memberitahukan bahwa akan kedatangan putri Ong Tien sekitar pada abad ke 16 ke Surabaya, namun setelah sampai di pelabuhan Karangantu, Banten, ia merapat dengan membawa banyak pasukan.

Setelah putri Ong Tien menikah dengan Sultan Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati), komunitas anak buahnya terpecah menjadi dua. Sebagian memeluk agama Islam, yang lainya beragama Budha dan mendirikan vihara ini yang awalnya berada di Desa Dermayon, pada tahun 1652. Tepatnya di dekat Masjid Agung Banten, dan pada tahun 1774 vihara dipindah ke Pamarican hingga kini.

Lalu ia menceritakan pada 2006 vihara ini terbakar, namun patung Dewi Kwan Im yang dibawa oleh putri Ong Tien selamat dan hingga sekarang masih ada. Tidak hanya itu saya juga diajak mengelilingi ruang utama vihara dan mengenalkan beberapa patung dewa yang berada di vihara ini.

IMG_20171216_072516

Selesai mengelilingi dalam vihara, karena penasaran saya langsung berjalan menuju ke belakang untuk menikmati taman belakang vihara yang nampak bersih, namun saat saya berkunjung sedang sepi. Menurut pengurus vihara ini, vihara ini ramai dikunjungi orang saat akhir pekan. Vihara ini memang dibuka untuk umum, namun jika berkunjung kita harus tetap menjaga sopan santun dan tata tertib, karena pada dasarnya vihara ini adalah tempat beribadah.

Baca Juga  Berkunjung dan Mengenal Masjid Kuno Bayan Beleq

Penulis: Choiril Chodri
Editor: Muh Khoirudin

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here