Trip Lombok Murah Cuma 2 Jutaan (Part 2)

0
106 views

Oleh Dewi Chaula

Pulau Lombok memang tiada dua nya, setelah menikmati sunset di Pantai Senggigi kita pulang ke hotel dan malam nya Alhamdulillah rejeki anak soleh kita dijamu oleh salah satu rekan suami saya, yang kerja di Mataram, Nanik namanya asli Wonosobo dan saya rasa kedatangan kita sangat merepotkan karena kita meminjam motornya untuk eksplorasi Pulau wisata ini, sekali lagi terima kasih buat Mbak Nanik, mas ojong (Peta berjalan) dan teman-teman mataram yang telah meluangkan waktu buat menjamu teman yang tidak tahu malu ini.

Hari ketiga perjalanan dimulai, motor sewaan kita kembalikan beralih dengan motor Mbak Nanik, yuhuuuu!!!. Saat nya kita ke Gili Trawangan. Oh iya selama perjalanan ini kita makan hanya nasi bungkus yang banyak dijual di tempat-tempat wisata dan harga nasi bungkus tergolong murah yaitu 5 ribu rupiah saja dan sesekali kita minum yang manis-manis macam es teh dan teh hangat manis cukup 2 ribu saja.

Dari Mataram ke Gili Trawangan perjalanan ditempuh selama 2 jam, rata-rata kecepatan 60-80 km/jam. Nah ternyata jalan menuju Gili Trawangan itu ada dua jalur yaitu jalur atas dan jalur bawah, jalur atas melewati perbukitan yang banyak kera lalu lalang dijalan dengan beberapa pohon-pohon tinggi besar kita temukan, kalo yang jalur bawah jalurnya berdampingan dengan bibir pantai dan kali ini kita memutuskan untuk ambil jalur atas untuk berangkat, jalur bawah untuk pulangnya.
Akhirnya kita sampai ke pelabuhan penyeberangan bangsal-malimbu, sedikit mengantri akhirnya kita dapat tiket penyeberangan ke pulau gili trawangan, naik kapal klotong yang diisi kurang lebih 20 orang kita berlayar menerjang gelombong menuju gili trawangan, sedikit membuat mual karena beberapa kali kapal klotok yang kita tumpangi menabrak gelombang.

Baca Juga  Perjalanan Menikmati Keindahan Bukit Kasih, Kamu Harus Coba!

Sesampainya di pulau gili trawangan kami menyewa 2 sepeda masing-masing seharga 50 ribu, sebenarnya sewa sepeda standarnya 1 hari 70 ribu namun karena saya Cuma menyewa Cuma beberapa jam untuk mengitari pulang gili trawangan dengan berbagai nego akhirnya kita diberi harga special, heheheh.

Benar sekali apa yang ada dibeberapa artikel tentang gili trawangan, pulau ini serasa bukan milik kita, namun milik warga Negara lain lihat saja hampir setiap sudut pulau ini dipenuhi dengan bule-bule, termasuk saya bule local heheheh…

Langit yang biru sepadan dengan warna air laut gili-gili sehingga membuat gairah berfoto ria dibibir pantai muncul seketika, pasir putihnya selaras juga dengan warna kulit bule yang berjemur sehingga tersamarkan.

Puas menikmati keindahan pantai gili trawangan dan semua kesibukkannya, kita memutuskan tidak menginap dan melanjutkan perjalanan ke Desa Senaru. Perjalanan ke Desa Senaru ternyata juga diluar dugaan, google Maps yang kita andalkan ternyata beberapa kali membuat kita salah arah dan terpaksa kita bertanya sana-sini dan yang lumayan ekstrim perjalanan kita malam hari.

Jadi dari Pelabuhan penyebrangan sekitar pukul 4 sore menuju Desa Senaru kurang lebih kita perkirakan 2 jam perjalanan tapi ternyata sampai Desa Senaru jam 9 malam itupun belum dapat penginapan. Sinyalpun tak ada buat mencari penginapan yang murah di Desa tersebut alhasil kita tebak-tebak saja mencari mana penginapan yang harganya miring. Dapatlah penginapan seharga 250 ribu semalam, huffftt akhirnya bisa istirahat juga. Alhamdulillah.

Hari keempat dimulai, kita bergegas untuk memulai trip di Desa Senaru. Desa ini merupakan gerbang pendakian gunung Rinjani dan hampir semua yang menginap di desa tersebut bertujuan untuk mendaki puncak rinjani kecuali kita heheheh.

Baca Juga  Menikmati Keindahan Neng Menganti Si Perawan Pantai Selatan

Yups objek pertama kita menuju ke air terjun Sindang Gile, percaya nggk percaya masuk air terjun ini tidak perlu mengeluarkan kocek sama sekali termasuk parker motor, tapi demi kelestarian alam dan lingkungan kita wajib memberikan sedikit reward untuk mereka.

Saat melintasi jalan arah air terjun sindang gile, jika beruntung kita akan menyaksikan segerombolan kera yang mencari makan, kata orang sekitar keranya galak jadi harus berhati-hati. Sessampainya di Air terjun kami mencoba melepaskan kepenatan dengan beberapa lama bersemedi mendengarkan suara alam, gerujukan air terjun, aliran air paritnya yang bening. Sayangnya saya melihat mi instan utuh dan beberapa plastic didalamnya sungguh tak tahu diri orang yang membuangnya.

Setelah menikmati Air Terjun Sindang Gile kita beralih ke Desa Adat Senaru, sama halnya dengan Desa Sade kita tidak diwajibkan untuk membayar tiket masuk tapi saya tetap memberikan reward untuk teman-teman yang mau mengorbankan waktunya untuk bercerita tentang Desa tempat tinggalnya minimal melestarikan. Desa Adat Senaru memiliki eksotisme sendiri namun karena tanpa guide kita hanya berputar-putar saja mengelilingi Desa tersebut yang rata2 terbuat dari kayu dan bamboo.

Objek ketiga di hari keempat ini adalah Masjid Kuno Bayan, masjid ini adalah masjid tertua di Lombok. Konon katanya dibangun oleh Sunan Ampel, dan Ki Gaus Abdul Razak dari Bagdad disamping kanan kirinya terdapat makam para murid-murid beliau.

Setelah puas berwisata rohani, perjalanan kita lanjutkan menuju ke senggigi, eiittsss tapi kita nggk ke Pantainya lagi yaahh tapi kita mengunjungi petani mutiara yang terkenal di Lombok ya sebut saja Autore. Ditempat ini kita bisa menyaksikan cara budidaya mutiara yang baik dan benar mulai dari pembibitan sampai pemanenan. Tak ingin dilewatkan kita juga mengunjungi sorum Autore, tapi saran saya jangan coba-coba kalian kesini terutama bagi Ibu-ibu Muda jaman Now. Pesan para suami jangan ijinin istri kalian singgah ke Sorum Autore kalo nggk kalian bisa stroke tiba-tiba karena istri kalian meminta dibeliin mutiara yang harga nya bisa lebih dari harga satu rumah KPR, camkan. Heheheh

Baca Juga  Trip Lombok Murah Cuma 2 Jutaan (Part 3)

Termasuk suami saya, tapi suami saya tergolong pria yang tahan terhadap serangan stroke tiba-tiba karena waktu saya minta dibeliin mutiara tersebut, dia Cuma bilang “udah pernah ngerasain asin nya air laut.” Sayapun Cuma terdiam dan nggk komen lagi.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here