Bukit Becici, Seribu Ceria dari Barisan Pinus Mangunan

0
52 views
Bukit Becici, Seribu Ceria dari Barisan Pinus Mangunan

Kemanakita.id – Terletak di kaki bukit Pegunungan Sewu, Imogiri, Bantul. Sekitar 90 menit dari pusat kota Yogyakarta ke arah selatan.

Ada beberapa alternatif rute yang bisa dipilih pengunjung. Kebetulan rute asyik yang penulis pilih ialah rute dari Patuk, Gunungkidul. Lalu ambil ke arah Dlingo. Sudah ada petunjuk arah jelas sehingga tak perlu takut tersesat.

Sejak gerbang masuk ke lokasi wisata, pengunjung sudah disuguhi kesegaran udara. Deretan pinus yang kokoh menjulang seakan mengucapkan selamat datang.

Tempat wisata yang mulai dibuka pada pertengahan 2014 ini menawarkan ecowisata, dengan beragam spot menarik untuk keluarga maupun sahabat.

Berbagai souvenir yang dijual di Bukit Becici

Warung makan berjajar dengan menawarkan menu masakan khas Yogyakarta. Begitu pula dengan souvenir-souvenir lucu yang dijual. Beragam gantungan kunci dari kayu maupun miniatur perahu dengan harga yang bervariasi namun masih ramah dengan kantong tanggal tua.

Kaki masih berjalan, penasaran, jalan setapak di sini sudah rapi. Ada banyak papan petunjuk arah untuk memudahkan pengunjung menikmati area Hutan Pinus ini.

Area Camping Ground menjadi spot awal yang menarik hati saya. Tempatnya yang lapang, memang cocok dijadikan area berkemah. Pengelola pun menempatkan toilet dan musholla tak jauh dari area tersebut.

Dalam jarak beberapa meter, terdapat spot untuk memasang hammock. Salah satu alat outdoor yang sedang booming ini seakan menambah warna-warni di antara hijaunya daun pinus. Dengan hanya merogoh kocek 10ribu rupiah, pengunjung bisa menyewa hammock untuk 2 jam. Untuk pemasangan normal, hammock akan dipasang menyilang antara pepohonan yang cukup besar. Namun ada pula pengunjung yang ingin memasang alat ini secara horisontal, dalam beberapa tingkatan. Unik ya.

Wisatawan juga disediakan hammock untuk bersantai menikmati segarnya alam

Oya, kalian ingin ke puncak? Jangan jauh-jauh dari jalan setapak ya.

Jalannya makin menanjak. Tapi tak apa, medannya ngga terlalu berat dan melelahkan. Lagipula ada banyak kursi-kursi yang tersedia untuk melepas lelah dan sekadar meluruskan kaki yang pegal.

Di puncak, ada empat buah gardu pohon yang disediakan khusus oleh pengelola. Tarifnya 2ribu per lima menit. Sebentar? Iya. Antri, guys. Hehehe….

Kalau kurang, kan bisa bayar lagi.
Soalnya memang asyik sih, mejeng di atas sana. Selain bisa melihat Kota Yogyakarta dan Kota Klaten dari atas, kita juga bisa mengoleksi foto-foto kece.

Untuk pengunjung yang takut ketinggian, tak perlu memaksakan untuk menaiki gardu pohon dengan ketinggian sekitar 5 meter ini. Pengunjung juga bisa mendapatkan foto tak kalah instagramable. Karena tetap bisa mendapatkan pemandangan atas bukit.

Oya, saat menaiki anak tangga menuju Puncak Becici, penulis sempat melihat adanya makam. Mas Andri, salah satu anggota karang taruna, menceritakan bahwa makam itu hanya petilasan milik Kanjeng Raden Tumenggung Sudono Dipuro atau lebih dikenal sebagai Mbah Bei. Beliau adalah anak sulung dari Lurah desa setempat di masa lalu, sekaligus sebagai abdi dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Sebelum meninggal, Beliau berpesan ingin dimakamkan di Bukit Becici. Namun karena tidak mendapat izin dari Dinas Pariwisata, hanya upacaranya saja yang dilangsungkan di atas bukit, jenazah Mbah Bei tetap dimakamkan di pemakaman desa.

Keindahan alam yang ditawarkan oleh Bukit Becici

Hutan Pinus Mangunan ini masih sangat asri. Semoga dengan pengelolaan dari Karang Taruna dan Kelompok Tani, alamnya akan tetap lestari. Segarnya udara masih akan menyegarkan lingkungan sekitar.

Sebagai pengunjung yang budiman, hendaknya membudayakan untuk membuang sampah pada tempat sampah yang telah disediakan. Begitu pula dihimbau untuk tidak mengotori fasilitas umum dengan mencoret-coret maupun merusaknya.

Deretan pinus-pinus ini masih menyapa melalui semilir anginnya di ambang gerbang keluar. Dedaunannya melambaikan salam perpisahan, semoga bisa kembali bersua.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here